Ambon – HarfMedia.Id — Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Sholichin Buton, menegaskan pentingnya penguatan lembaga penyiaran lokal agar mampu beradaptasi dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Agenda berlangsung di Karang Panjang Selasa (14/04).
Hal tersebut disampaikan Sholichin saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Diskusi Terbatas yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku, bertema “Proyeksi Penguatan Lembaga Penyiaran Lokal yang Adaptif dan Berdaya Saing di Era Digital.”
Dalam pemaparannya, politisi PKS itu menilai penyiaran lokal memiliki peran strategis bagi masyarakat Maluku, tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai sarana menjaga identitas budaya daerah serta mendukung pembangunan di wilayah kepulauan.
Menurutnya, saat ini lembaga penyiaran lokal menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan infrastruktur internet, kesiapan sumber daya manusia, hingga minimnya investasi pada teknologi digital.
“Penyiaran lokal harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak beradaptasi, maka akan tertinggal oleh arus media digital yang berkembang sangat cepat,” ujar Sholichin.
Ia menjelaskan, DPRD Provinsi Maluku memiliki tanggung jawab mendorong penguatan sektor penyiaran melalui tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Salah satunya dengan menghadirkan regulasi yang mendukung digitalisasi media lokal serta pengalokasian anggaran bagi pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM.
Selain tantangan, Sholichin juga melihat adanya peluang besar bagi Maluku untuk berkembang melalui konten-konten lokal berbasis budaya, pariwisata, dan potensi daerah yang dapat dipasarkan melalui platform digital.
“Maluku kaya akan budaya dan kearifan lokal. Ini adalah kekuatan besar yang bisa diangkat melalui media penyiaran lokal agar dikenal luas dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah, DPRD, KPID, serta pelaku industri penyiaran dapat membangun sinergi bersama agar media lokal tetap eksis, inovatif, dan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku.
Diskusi tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah strategis penguatan penyiaran lokal di tengah perubahan ekosistem media yang semakin kompetitif di era digital.
(SW-03)
Diskusi KPID Ketua Komisi I DPRD Maluku Sholichin Buton
Last modified: April 17, 2026








